OSTEOPOROSIS BUKAN OSTEOARTRITIS

Jumat, 29 Maret 2013



Banyak orang yang merancukan osteoporosisdengan osteartritis. Padahal, mekanisme yang menyebabkan osteoartritis sangat berbeda dengan osteoporosis. Iklan-iklan di media massa juga ikut menambah kebingungan itu. Pada tahun 2009 lalu, seorang dokter spesialis bedah ortopedi di Jakarta mengkritik iklan susu tinggi kalsium merek “A” di kolom pembaca sebuah surat kabar nasional karena memberikan pemahaman yang keliru. Iklan yang saat itu gencar ditayangkan di televisi itu menggambarkan para wanita cantik yang bersenam melakukan gerakan-gerakan lutut dan punggung dengan diikuti narasi “dengarkanlah tulang Anda berderak”. Seolah-olah mengatakan bahwa bila Anda memiliki osteoporosis maka tulang Anda akan berderak saat digerakkan. Pernyataan “tulang berderak” tersebut menurut dokter spesialis bedah ortopedi itu sangat tidak tepat dan menyesatkan. Pertama, tulang tidak mungkin berderak karena yang berderak adalah sendi. Kedua, bunyi sendi yang berderak disebabkan oleh pengapuran sendi (osteoartritis), bukan osteoporosis. “Saya berharap iklan tersebut segera dihentikan karena memberikan keterangan yang menyesatkan kepada masyarakat”, tegasnya di akhir opini.

Beda osteoartritis dengan osteoporosis

Osteoartritis beda dengan osteoporosis. Keduanya memang sama-sama mengacu pada penyakit tulang, sama-sama sering dijumpai pada wanita usia > 50 tahun (atau post menopause) serta sama-sama merupakan penyakit menahun yang sulit untuk disembuhkan seperti sediakala. Kalau pinggang atau lutut Anda sering sakit apakah itu gejala osteoartritis atau osteoporosis, atau kedua-duanya?

Osteoartritis (OA) atau yang dikenal sebagai pengapuran adalah inflamasi pada sendi yang disebabkan oleh kerusakan tulang rawan sendi. Sendi terdiri dari dua ujung tulang yang tertutupi tulang rawan dan ligamen–otot yang menahan kedua tulang tetap menyatu. Tulang rawan adalah zat protein yang memungkinkan tulang meluncur di atas satu sama lain dan bertindak sebagai “bantalan peredam kejut”. Ketika tulang rawan menipis atau rusak, tulang-tulang Anda saling bergesekan tanpa bantalan. Hal itu pada akhirnya akan merusak sendi. Kerusakan tersebut secara alamiah ditutupi tubuh dengan menimbun kalsium. Karena kalsium merupakan zat yang keras, tidak selentur tulang rawan, dan bentuknya terkadang tajam-tajam tak beraturan maka menyebabkan rasa nyeri saat sendi digerakkan. Selain itu, celah antar sendi menyempit sehingga membatasi gerakan sendi dan menimbulkan kekakuan.

Osteoartritis adalah jenis artritis yang paling umum. Sekitar satu dari tiga orang berusia lebih dari 60 tahun memiliki osteoartritis. Di atas usia 70, hampir semua orang memiliki beberapa derajat kondisi osteoartritis (walaupun mungkin sangat ringan sehingga tidak menimbulkan gejala apapun). Sebelum usia 45, osteoartritis lebih sering terjadi pada laki-laki. Setelah usia 55 tahun, jumlah wanita yang menderita artritis meningkat. Jadi, sangat mungkin seseorang di usia lanjut memiliki osteoartritis sekaligus osteoporosis.

Osteoporosis adalah penipisan massa tulang yang menyebabkan tulang menjadi keropos dan mudah patah. Osteoporosis tidak ada hubungannya dengan nyeri sendi. Jika lutut Anda seringkali kaku dan nyeri, yang lebih rasional untuk dicurigai adalah osteoartritis, bukan osteoporosis.

Diagnosis

Mendeteksi osteoartritis relatif mudah karena penyakit ini menimbulkan kekakuan dan nyeri pada sendi-sendi tertentu, terutama sendi-sendi jari, lutut dan tulang punggung. Yang paling sering adalah sendi lutut, karena sesuai dengan proses terbentuknya osteoartritis pada sendi yaitu sendi lututlah yang paling sering mendapatkan trauma menahun, terutama pada mereka yang gemuk. Dengan foto rontgen konvensional kita sudah dapat mendiagnosis osteoartritis serta derajatnya. Pada foto rotgen akan didapatkan adanya penyempitan celah sendi dengan tepinya yang tak rata dan adanya bangunan kalsium yang disebut osteofit (osteophytes).

Sebaliknya, mendeteksi osteoporosis relatif sulit karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala kecuali sudah terjadi patah tulang. Oleh karena itu, osteoporosis disebut silent disease (penyakit diam-diam) atau bahkan ada yang menyebutnya silent thief (pencuri diam-diam) karena mencuri tulang selama bertahun-tahun tanpa kita ketahui. Diagnosis osteoporosis sebelum patah tulang memerlukan pemeriksaan densitometry


Source : Majalah Kesehatan
Share this article :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

Your comment here

Radio Rodja 756AM

Last Detik News

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Satya Excel Site - ساتيا ممتاز - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Inspired by Sportapolis Shape5.com
Proudly powered by Blogger